SEKILAS INFO
10-05-2021
  • 6 bulan yang lalu / SIT AZZAHRA telah membuka Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2021/2022 Gelombang 1 12 Oktober – 28 November 2020
  • 8 bulan yang lalu / SIT AZZAHRA Terakreditasi “A” dengan izin oprasional No 421.2/2696-Disdik/2019
  • 8 bulan yang lalu / Gunakanlah Alat Pelindung Diri (Masker & Face Shield) ketika berada di area Sekolah

IDENTITAS SEKOLAH

 

Nama Sekolah                           : Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA ( PG, TKIT, SDIT, dan Inklusi )

Nomor Pokok Sekolah Nasional ( NPSN ) dan Nomor Statistik Sekolah ( NSS )

  1. PG :
  2. TKIT : NPSN : 20268380
  3. SDIT : NPSN : 20237875
  4. Inklusi : NPSN :
  5. Home Schooling :                                               :

Alamat Gedung 1                       : Perum Taman Kenari Jagorawi Blok 4C No 44 ( TKIT AZZAHRA )

Alamat Gedung 2                       : Jl. Raya Karanggan Gg. Puslitan Rt 02/03 No. 23 ( Samping SMPN 1 Citeureup )  ( SDIT AZZAHRA dan INKLUSI )

Kelurahan                                 : Puspasari

Kecamatan                                : Citeureup

Kab                                          : Bogor

Propinsi                                    : Jawa Barat                  Kode Pos : 16810

No. Telp Gedung 1                     : (021) 87921170

No. Telp Gedung 2                     : (021) 87913609

FB                                            : SIT AZZAHRA

IG                                             : @sitazzahraciteureup

Email                                        : sitazzahra5@gmail.com

Website                                    :

Tahun Berdiri                             : 2003

 

 

 

Struktur Organisasi Dewan Pengelola SIT Azzahra

 

Advisor                                     : Bapak H. Ryanto, Ak

Direktur Eksekutif                      : Ir. Hj. Dwi Shinta Wiaty

Direktur Pendidikan                    : H. Syarif Hidayat, S.Pd.I

Konsultan Pendidikan TKIT         : Dra. Hj. Siti Fatimah AM, SH ( Ketua BPTKI Nasional )

Konsultan Inklusi                       : Eni Purnawati, A.M.K

Kepala TKIT                              : Nurani Anjarsari Putri, S.Pd

Kepala SDIT                              : Hairudin, S.Pd.I

Wk. KS. Bidang Kurikulum          : Ai Dewi Heliawati., S.H.I

Wk. KS. Bidang Kesiswaan         : Samsir Alamsyah, S.Sos.I

Koordinator Inklusi                     : Sartika

Koordinator Al Muyassar            : Fahmi Achmad Razzaaq

Koordinator Home Schooling      : Nazma Rahayu S.Pd

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. DASAR PEMIKIRAN

 

Berbagai problematika yang telah ada ditengah–tengah kekeliruan manusia yang tiada penghujungnya. Namun tidak ada cobaan yang lebih berat dan menghancurkan insan hari ini selain dari cobaan yang datang dari peradaban barat, terutama pada ranah pendidikan dengan konsep sekulerisme dan eurocintisme.

Pendidikan berupaya memelihara dan memancarkan nilai-nilai asas sebuah masyarakat yang berakhlaq mulia sekaligus dapat membantu pertumbuhan sahsiah serta mengekalkan jati diri seorang individu begitupun sebaliknya pendidikan juga bisa menjadi puncak kekeliruan dalam sebuah masyarakat. Pendidikan dapat dikatakan cermin sikap dan kecenderungan yang nyata dalam sebuah masyarakat yang sangat penting untuk diaplikasikan bagi memantapkan kesemua nilai murni dalam setiap diri individu.

Di samping itu, pendidikan merupakan wujud nyata membantu pembangunan sebuah masyarakat dan negara. Tanpa pendidikan, masyarakat umumnya akan hidup dalam kemunduran disamping akan menyebabkan keruntuhan moral yang luas. Selaras dengan kepentingannya, maka ia harus dijadikan satu agenda penting yang patut dilaksanakan mengikut landasan yang sewajarnya.

Dalam konteks pendidikan Islam, pendidikan hendaklah berteraskan Al-Quran dan As-Sunnah yang didasari oleh Tauhid dan ke Esa-an Allah Subhanahu Wata’ala. Kegagalan untuk meletakkan Al-Quran dan As-Sunnah dalam pendidikan Islam akan menyebabkan kegagalan dalam membentuk sahsiah muslim yang istiqomah terhadap tuntutan agama.

Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA mendapatkan amanah dan tanggung jawab dalam mengembalikan jiwa dalam sistem pendidikan berdasarkan Islam yang sebenarnya, menyeru umat agar kembali melaksanakan pendidikan berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.

Al-Qur’an merupakan Wahyu dan Kalamullah yang harus dijadikan pedoman hidup ( way of life ) kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan di dalamnya. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (prinsip dasar) menyangkut segala aspek kehidupan manusia yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai dengan nalar masing–masing bangsa dan kapanpun masanya, hadir secara fungsional memecahkan problematika kemanusiaan. Salah satu permasalahan yang tidak sepi dari perbincangan umat adalah masalah pendidikan.

Dalam Al-Qur’an sendiri telah memberi isyarat bahwa permasalahan pendidikan sangat penting, jika Al-Qur’an dikaji lebih mendalam maka kita akan menemukan beberapa prinsip dasar pendidikan, yang bisa kita jadikan inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu. Ada beberapa indikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan antara lain; ibadah mahdoh dan ghoiru mahdoh, bagaimana cara menyelesaikan masalah kehidupan, tentang perekonomian, sosial kemasyarakatan dan politik, menghormati akal manusia, bimbingan ilmiah, fitrah manusia, penggunaan cerita (kisah) untuk tujuan pendidikan dan yang terpenting adalah didalam Al Qur’an itu sendiri membimbing kita bagaimana cara mendidik anak dalam Islam dengan baik dan benar sesuai dengan fitrahnya serta masih banyak lainnya, sehingga Al Qur’an harus dijadikan pedoman hidup kita sebagai muslim ( way of life as a muslim ) .

Untuk mengkaji aspek pendidikan dalam Al-Qur’an dan As–Sunah maka cetak biru ( blue print ) ini sengaja dibuat, yang hanya memaparkan tentang kemana arah pendidikan Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA dibawa, sehingga tidak salah arah. adapun rencana isi dari cetak biru ini akan tergambarkan secara jelas tentang arah dan tujuan dari Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA didalam buku ini, lalu bagaimana konsep ideal pendidikan Islam? dan bagaimana realitas pendidikan Islam di AZZAHRA? serta bagaimana mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu? Maka dari itu penulis mengajak kepada seluruh stakeholders agar dapat mengambil peran untuk mewujudkan cita–cita luhur ini. Dengan didasari “Pendidikan Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah serta perannya dalam mengembalikan Kejayaan Ummat“. (Education According to al-Quran and Sunnah and Its Role in Strengthening the Civilization of Ummah). Dimana menjadikan MASJID AZZAHRA dan Gedung 1 sebagai Pusat dalam menjalankan roda pendidikan di Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA yang mengedepankan keteladanan dari semua pihak sebagaimana yang dilakukan Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam berdakwah. Wallahu ‘alam Bisshowab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KONDISI dan PEMAHAMAN TERHADAP SEKOLAH ISLAM TERPADU AZZAHRA

 

  1. CAKUPAN WILAYAH DAN LAYANAN SEKOLAH ISLAM TERPADU AZZAHRA*

 

Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA pada era milenium ke–3 dan era globalisasi mempunyai tantangan yang sangat berat sejalan dengan perkembangan IMTAQ dan IPTEK dan persaingan yang ketat diperlukan suatu upaya yang kongkrit dengan mempersiapkan langkah–langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. Oleh karena itu, Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA perlu mempersiapkan sarana/prasarana lainnya berupa sekolah lanjutan tingkat Pertama, Atas dan Perguruan Tinggi yang dibutuhkan para peserta didik dan tenaga kependidikan. Dengan usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi peserta didik serta tenaga kependidikan untuk menjadikan insan yang berkualitas berguna bagi diri sendiri, umumnya bagi agama dan Negara. Amin Yaa Robbal’alamin.

 

  1. DAYA SERAP PESERTA DIDIK

 

Peserta didik Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA setiap tahun diharapkan menuju angka yang menggembirakan namun saat ini dalam angka yang cukup memprihatinkan

Pada setiap tahun di upayakan agar kualitas dan kuantitas peserta didik Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA lebih meningkat terutama pada saat berdirinya sekolah lanjutan tingkat pertama, atas dan perguruan tinggi, hal ini akan menjadi perhatian tersendiri bagi peserta didik dan orang tuanya.

 

 

  1. PENCAPAIAN TARGET PEMECAHAN MASALAH SESUAI DENGAN VISI DAN MISI

 

Dengan adanya problematika yang dihadapi diatas saat sebelum terjadinya pergantian kepemimpinan, maka kami sebagai pemangku amanah yang baru ( Direktur Pendidikan ) dibawah kepemimpinan Ust. Syarif Hidayat, S.Pd.I perlu menentukan target-target untuk mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah–masalah diatas, sesuai dengan visi dan misi sehingga kedepan Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA dapat menjalankan organisasinya sesuai dengan apa yang diharapkan bersama, adapun target–target tersebut terbagi dalam tiga tahapan :

  1. Pemecahan masalah jangka pendek dengan solusinya ( target tahunan )
  2. Pemecahan masalah jangka menengah dengan solusinya ( target 4 tahun )
  3. Pemecahan masalah jangka panjang dengan solusinya ( target 8 tahun )

Mudah–mudahan dengan ijin dan dilindungi Ridho Allah Subhanahu Wata’ala dalam jangka 8 tahun kedepan kami dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sekaligus menjadikan Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA sesuai dengan visi dan misinya. Amin Yaa Robbal’alamin.

 

 

 

 

 

 

BAB III

VISI, MISI DAN POLA KEBIJAKAN PENDIDIKAN SEKOLAH ISLAM TERPADU AZZAHRA

 

  1. VISI DAN MISI SEKOLAH ISLAM TERPADU AZZAHRA

 

Belajar dari kondisi sebelumnya dan pemahaman permasalahan yang terjadi saat ini terhadap Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA sebagaimana yang tertera pada bab sebelumnya, maka daripada itu perlu kiranya kami merumuskan arah tujuan yang jelas tepat guna serta tepat sasaran atau RSCM ( Realistic, Specific, Challanging, Measurable ) yang dapat dipertanggungjawabkan disebut dengan visi dan misi.

Dalam melaksanakan Visi Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA dimana menjadikan Masjid dan Gedung 1 sebagai poros/pusat pengendali pendidikan serta memposisikan sekolah sebagai pusat keunggulan yang mampu menyiapkan sumber daya insani yang berkarakter, kuat dan bermanfaat berazazkan Al Quran dan As Sunnah yang diaplikasikan oleh Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sesungguhnya melekat pada cita–cita dan tujuan jangka panjang ajaran Islam itu sendiri, yaitu mewujudkan rahmat bagi seluruh manusia yang dapat diformulasikan dalam tujuan pendidikan, sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala :

 

وَمَاارسَلنك اِلَّارَحمة للعالمين ( الانبياء : 107 )

Artinya :

“Dan tiadalah kami mengutus engkau ( Muhammad ), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam“ ( QS: Al Anbiya 21: 107 ).

Tafsir ayat tersebut, oleh Imam Al Maraghi ditafsirkan sebagai berikut: “Bahwa maksud ayat yang artinya: Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, adalah bahwa tidaklah Aku utus engkau Muhammad dengan Al Qur’an ini, serta berbagai perumpamaan dari ajaran agama dan hukum yang menjadi dasar rujukan untuk mencapai bahagia dunia dan akhirat, melainkan agar menjadi rahmat dan petunjuk bagi mereka dalam segala urusan kehidupan dunia dan akhiratnya.”

Kedatangan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah rahmat bagi umat manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk lainnya. Rasulullah membawa ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia, bagaimana tata cara hubungan manusia sesama manusia, hubungan sesama pemeluk agama, dan hubungan antara agama.

Beliau juga mengajarkan tentang persaudaraan, perdamaian, keadilan, tolong menolong, tata hidup berkeluarga, bertetangga dan bermasyarakat dan lain sebagainya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melarang manusia berbuat sewenang-wenang, sekalipun terhadap binatang. Binatang diciptakan antara lain untuk dimanfaatkan oleh manusia, bukan untuk disakiti atau disengsarakan, dan bukan pula untuk diperjudi dan dipermainkan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan, kalau engkau menyembelih binatang ternak, lakukanlah dengan sebaik–baiknya. Jangan dicekik, ditusuk atau dipukul. Sembelihlah dengan pisau yang tajam.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan kepada umat manusia untuk memanfaatkan lingkungan hidup dan menjaga kelestariannya. Dalam peperangan sekalipun, tentatara Islam dilarang merusak tanaman–tanaman dan tumbuh–tumbuhan tanpa manfaat.

Dengan demikian, visi utama pendidikan Islam Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah memberi rahmat bagi seluruh alam.

 

SIT AZZAHRA ( Islamic School ) yang didirikan dan dikelola oleh Yayasan Al A’Rof mulai operasional pada Maret 2003 dengan menerima siswa KB, TKA, TKB dan SD sejak Tahun Ajaran 2003/2004. SIT AZZAHRA mengembangkan sistem pendidikan terpadu dengan mengintegrasikan unsur-unsur sebagai berikut:

 

Keterpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan agama.

Keterpaduan pengambangan aspek kecerdasan anak meliputi kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosianal (EQ) dan kecerdasan spiritual (ESQ).

Keterpaduan pendidikan agama Islam meliputi : Aqidah, Ibadah, dan Akhlaqul Karimah

Keterpaduan dengan keterlibatan dan kerjasama seluruh pihak-pihak yang terkait unsur pendidikan yaitu: Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat dalam proses pendidikan.

Dalam perkembangannya, SIT AZZAHRA terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas SDM (Guru dan Karyawan), fasilitas yang disediakan, kurikulum Intra dan Ekstrakurikuler serta kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

 

 

Saat ini SIT Azzahra berakreditasi A dengan izin operasional: No 421.2/2696-Disdik/2019

 

Adapun Misi Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA harus dapat dilanjutkan secara realistis bukan bersifat slogan, yang sesuai dengan perkembangan zaman ( era globalisasi ) dalam persaingan di bidang IMTAQ dan IPTEK untuk dapat tercapainya mimpi besar sekolah yaitu VISI.

Untuk lebih jelasnya Visi dan Misi Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA secara kontektual sebagai berikut :

 

VISI

 

Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Islami, Mandiri dan Bermanfaat untuk Umat

 

MISI

 

  1. Membina peserta didik dengan akidah yang lurus, ibadah yang shohih dan akhlak mulia
  2. Mewujudkkan pola pendidikan Islami dengan mengedepankan pembinaan tahsin dan tahfidzul qur’an
  3. Mengembangkan sistem pendidikan yang bertumpu pada imtaq (Iman dan Taqwa) dan Iptek (Ilmu pengetahuan dan Tekhnologi) yang Islami serta unggul dalam bidang akademik.
  4. Menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan hidup ( life Skill ) dan bakat peserta didik sesuai dengan zaman dan usianya
  5. Membangun kepercayaan dan kemitraan dengan orangtua peserta didik dan masyarakat sekitar.

 

Tujuan :

 

Melahirkan kader bangsa yang memiliki karakter Islami, Mandiri, cinta tanah air dan berkontribusi untuk kemajuan ummat

 

Motto :

Berkarakter, Mandiri dan Bermanfaat untuk Ummat

Adapun misi diatas dapat dijabarkan dengan pola pendidikan Islam zaman Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam yang bisa kita adopsi pada saat ini antara lain:

  • Mendorong timbulnya kesadaran peserta didik dan tenaga kependidikan agar mau melakukan kegiatan belajar dan mengajar dengan menggiatkan budaya baca.

Hal ini sejalan dengan firman Allah QS: Al ‘Alaq 96 : 1-5 sebagai berikut :

اِقرأباسم ربك الذي خلق (ٍِ) خلق الانسان من علق ( ) اقرأ وربك الاكرم ( ) الذي علم بالقلم ( ) علم الانسان مالم يعلم. ( العلق : 1-5 )

Artinya :

“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. ( QS: Al ‘Alaq 96 : 1-5 )

Perintah membaca sebagaimana terdapat pada ayat tersebut sungguh mengejutkan untuk masyarakat Arab saat itu, karena membaca belum menjadi budaya mereka. Budaya mereka ialah menghafal, yakni manghafal syair-syair yang di dalamnya memberikan ajaran yang harus mereka jalani.

Membaca dalam ayat tersebut selain berarti menghimpun atau mengumpulkan informasi dengan melihat huruf-huruf, kata-kata dan kalimat dalam sebuah buku atau referensi lainnya, juga mencakup pula meneliti, mengamati, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mengategorisasi, menyimpulkan, dan memverifikasi. Dengan membaca ini timbullah kegiatan penggalian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang membawa kemajuan bangsa yang dapat kita mulai dari Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA.

  • Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sepanjang hayat

Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu:

اطلب العلم من المهد الى اللحد

Artinya :

“ Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat.” ( HR. Shohihain )

Hadits tersebut mengandung isyarat tentang konsep belajar seumur hidup, yaitu belajar dan mengajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas saja, melainkan di mana saja dan pada berbagai kesempatan. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan integrated, yaitu belajar dan mengajar yang menyatu dengan berbagai kegiatan yang ada di masyarakat sesuai dengan nama Sekolah Islam AZZAHRA yaitu TERPADU.

  • Melaksanakan program wajib belajar

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Saw, yaitu:

طلب العلم فريضة على كل مسلم ( رواه ابن الماجح )

Artinya :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Menuntut ilmu wajib bagi setiap orang muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Kata ilmu sebagaimana terdapat dalam hadits tersebut adalah pengetahuan yang telah didukung oleh data dan fakta yang shahih dan disusun berdasarkan metode ilmiah, yaitu metode yang sistematis, objektif, komprehensif, dan rasional.

  • Melaksanakan program Pendidikan Anak Usia Dini

Program pendidikan anak usia dini ini berdasarkan pada hadits dan isyarat Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam yang terkait dengan membangun rumah tangga, serta berbagai kewajiban orang tua terhadap anaknya. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam misalnya menganjurkan agar seorang pria memilih wanita calon istri yang taat beragama, shalehah, dan berakhlak mulia. Menikahi sesuai dengan tuntunan agama dan menggaulinya dengan cara yang makruf, yaitu etis, sopan, dan saling mencintai dan manyayanginya.

Kemudian suami istri banyak berdoa kepada Allah pada saat istri mengandung (hamil), yakni doa agar dikaruniai anak yang shaleh dan shalehah, mendekatkan diri kepada Allah dengan banyak beribadah, amal shaleh dan berakhlak mulia, serta memelihara kesehatan fisik dengan makan yang halal dan bergizi, serta istirahat yang cukup.

Selanjutnya, mengazani pada telinga kanan, dan mengikomati pada telinga kiri pada saat bayi lahir, memberi makanan yang halal, baik dan bergizi, seperti madu, kurma dan air susu ibu, memberi nama yang baik, mencukur rambutnya, membiasakan bertingkah laku sopan terhadap orang tua, kakek, nenek dan saudara-saudaranya, memberikan perhatian dan kasih sayang cukup, mengajari bacaan Al Qur’an, membisakan shalat, dan mencegah serta memeliharanya dari pergaulan dan pengaruh buruk. Semua perlakuan suami istri terhadap anaknya ini memiliki arti dan fungsi yang sangat besar bagi tumbuhnya pribadi anak yang shaleh dan shalehah, serta berkepribadian yang utuh dan sempurna.

Dengan demikian perlu adanya program tentang bagaimana menjadikan keluarga para orang tua walimurid Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah.

  • Mengeluarkan manusia dari kehidupan dzulumat (kegelapan) kepada kehidupan yang terang benderang.

Hal ini sejalan dengan berfirman firman Allah Subhanahu Wata’ala QS: Ibrahim 14 : 1 yang berbunyi :

الر كتب انزلنه اليك لتخرج الناس من الظلمت الى النور باذن ربهم الى صراط العزيز الحميد ( ابراهيم : 1 )

 

Artinya :

“Alif Laam Raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu ( Muhammad ) agar Engkau mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” ( QS: Ibrahim 14 : 1 )

Dan QS : Al Hadiid 57 : 9 yang berbunyi :

هوالذي ينزل على عبده ايت ليخرجكم من الظلمت الى النور وان الله بكم لرءوف رّحيم ( الحديد : 9 )

Artinya :

“Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu”. ( QS : Al Hadiid 57 : 9 ).

Berdasarkan pada ayat-ayat tersebut, terdapat beberapa catatan sebagai berikut:

Pertama, adanya perintah Allah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, agar mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Kegelapan pada ayat ini dapat mengandung arti kebodohan, karena orang yang bodoh tidak dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan yang amat luas dan kompleks. Adapun cahaya yang terang benderang dapat diartikan ilmu pengetahuan, karena dengan ilmu pengetahuan itulah semua kejadian dan peristiwa dalam kehidupan dapat dijelaskan.

Di kalangan ulama terdapat pemikiran yang mengibaratkan ilmu seperti cahaya, dan dengan cahaya ini kehidupan menjadi bermakna, berkualitas, dan memperoleh kemudahan. Misi Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ini selanjutnya diamanatkan kepada para ulama, termasuk kepada pendidik yang dapat diaplikasikan dalam proses belajar mengajar.

Kedua, bahwa sumber ilmu pengetahuan (cahaya) yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan tersebut yaitu Al Qur’an yang telah banyak dikaji isi dan kandungannya oleh para ulama.

Al Qur’an juga bukan hanya bicara masalah urusan keakhiratan saja, tetapi juga urusan duniawi; bukan hanya berisi ajaran yang berkaitan dengan pembinaan spiritual dan moral, melainkan juga pembinaan intelektual, sosial, dan jasmani. Seluruh aspek kehidupan manusia dibina secara utuh dan menyeluruh secara seimbang, harmonis, serasi dan proporsional.

  • Memberantas sikap Jahiliyah

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS: Al Fath 48 : 26 yang berbunyi:

اذ جعل الذين كفروا في قلوبهم الحمية حمية الجاهلية فانزل الله سكينته على رسوله وعلى المؤمنين والزمهم كلمة التقوى وكانوا احق بها واهلها وكان الله بكل شيئ عبيما ( الفتح : 26 )

Artinya :

“Ketika orang-orang yang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah, maka Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat-takwa dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” ( QS:Al Fath 48 : 26 ).

Menurut Imam Al Maraghi bahwa ayat ini turun berkaitan dengan perjanjian Hudaibiyah. Sikap jahiliyah juga dapat dilihat dari kekeliruan pola pikir (mindset) yang mereka terapkan dalam kehidupan. Mereka, misalnya menjadikan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat memberikan manfaat apa pun, sebagai Tuhan. Mereka menyembah patung berhala, memuja benda-benda alam, dan sebagainya. Mereka sungguh tidak cerdas, karena dengan menyembah berbagai patung berhala tersebut berarti merendahkan diri mereka sendiri. Sungguh pun benda-benda tersebut mengandung berbagai keistimewaan, seharusnya dilihat sebagai kekuasaan Tuhan, bukan untuk disembahnya.

Sikap jahiliyah juga dapat dilihat dari pola pikir mereka yang menganggap benda-benda keduniaan yang tidak kekal sebagai sesuatu yang dipuja-puja dan diagungkan, bahkan dipertahankannya walau pun harus mengorbankan jiwa, raga, memutuskan tali kekeluargaan, bahkan menolak kebenaran yang dibawa oleh Rosulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Dengan demikian, makna jahiliyah bukan berarti bodoh dalam arti idiot, melainkan bodoh dalam arti memilih pola pikir yang keliru, yaitu lebih memilih harta, takhta, dan kasta, dari pada kebenaran yang akan menyelamatkan kehidupannya di dunia dan akhirat.

  • Menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran yang disebabkan karena pertikaian

Ketika Islam datang, keadaan dunia seperti baru saja dilanda ‘gempa’ dan ‘tsunami’. Kehidupan mereka dalam bidang sosial, ditandai oleh adanya kelompok suku, kabilah, dan etnis yang antara satu dan lainnya tidak bersatu dan sering berperang. Dalam bidang politik, ditandai oleh kekuasaan otoriter dan diktator yang didasarkan pada ketinggian dalam bidang harta, tahta, dan kasta. Dalam ekonomi, ditandai oleh praktek riba, monopoli, rentenir, saling menipu satu sama lain. Dalam bidang budaya, ditandai oleh budaya yang memuaskan hawa nafsu. Dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, ditandai oleh keterbatasan dan monopoli kaum elite.

Pendidikan dan ilmu pengetahuan hanya milik kaum elite, sedangkan rakyat pada umumnya dibiarkan dalam keadaan bodoh. Dalam bidang agama, ditandai oleh praktek syirik memuja selain Allah Subhanahu Wata’ala.

Keadaan masyarakat seperti inilah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam di Mekkah dan Madinah pada khususnya, dan di dunia pada umumnya. Masyarakat tersebut berhasil diperbaiki dan diluruskan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam waktu yang relatif singkat. Misi kerasulan Nabi Muhammad oleh para ahli sejarah dinilai sebagai yang paling berhasil dibandingkan dengan misi kerasulan yang dibawa oleh para nabi dan rasul lainnya.

  • Melakukan pencerahan batin kepada manusia agar sehat rohani dan jasmaninya

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS: Al Isra’ 17 : 82 yang berbunyi:

وننزل من القران ماهو شفاء ورحمة للمؤمنين ولايزيد الظلمين الاّخسارا ( الاشراء : 82 )

Artinya :

“Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang–orang yang dzolim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian”. ( QS: Al Isra’ 17 : 82 ).

Ayat tersebut berbicara tentang salah satu misi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang terkandung dalam Al Qur’an, yaitu memperbaiki mental dan pola pikir (mindset) masyarakat, sebagai modal utama bagi perbaikan di bidang lain. Islam mengingatkan bahwa antara jiwa dan raga memiliki hubungan fungsional simbiotik, yaitu saling menopang dan mempengaruhi. Jiwa yang sehat akan mempengaruhi fisik, dan fisik yang sehat akan mempengaruhi jiwa.

Dengan demikian, jika jiwa yang sakit, seperti jiwa yang di dalamnya terdapat penyakit munafik, buruk sangka, iri hati, dengki, dendam, sombong, merasa paling hebat (‘ujub), suka berdusta, fitnah, adu domba, dan sebagainya, maka keadaan masyarakat menjadi kacau balau. Keadaan jiwa yang demikian itulah yang diperbaiki oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melalui kegiatan pendidikan.

  • Menyadarkan manusia agar tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan bencana di muka bumi, seperti permusuhan dan peperangan

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS:Al A’raf 7: 56 yang berbunyi:

ولا تفسدوا فى الارض بعد اصلاحها وادعوه خوفا وطمعا ان رحمت الله قريب من المحسنين ( الاعراف : 56 )

Artinya :

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”. ( QS: Al A’raf 7: 56 ).

Sebagai akibat dari jiwa yang sakit, sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka terjadilah berbagai perbuatan dan tindakan yang merusak masyarakat, seperti mengadu domba, memfitnah, saling menipu, menyerang, menjarah, menjajah, berperang, dan sebagainya. Alam dengan segala kekayaannya dapat menjadi rusak jika berada di tangan orang-orang yang sakit jiwanya, yakni orang yang tamak, serakah, boros, berlebih-lebihan, dan sebagainya. Keadaan inilah yang berhasil diubah oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

  • Mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS: Al Isra’ 17: 70 yang berbunyi:

ولقد كرّمنا بني ادم وحملنهم فى البر والبحر ورزقنهم من الطيبت وفضلنهم على كثيرممن خلقنا تفضيلا ( الاشراء : 70 )

Artinya :

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka diatas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (QS: Al Isra’ 17 : 70 ).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia diciptakan dalam struktur fisik dan psikis yang lengkap dan sempurna. Manusia memiliki pancaindra yang lengkap, serasi, dan proporsional letaknya. Manusia memiliki akal (kemampuan berpikir), hati nurani, kecerdasan, bakat, minat, perasaan sosial, dan sebagainya. Dengan kelengkapan jasmani dan rohani inilah, manusia dapat mengerjakan tugas-tugas yang berat, menciptakan kebudayaan dan peradaban, menguasai daratan, lautan dan udara, dan sebagainya. Semua ini terjadi jika berbagai potensi manusia tersebut dibina dan dikembangkan melalui pendidikan.

 

  • Menjadikan Masjid Sekolah Islam Terpadu AZZAHRA dan Gedung 1 Sebagai Pusat Standar Pendidikan Yang Islami

 

TUJUAN

Manusia yang berakhlak mulia harus menjadi sasaran proses pendidikan Islam karena itulah juga sebagai tujuan utama pendidikan Islam Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Berkenaan dengan akhlak mulia sebagai tujuan pendidikan dapat dilihat dari ayat dan hadits-hadits berikut ini:

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS:Al Qalaam 68:4 yang berbunyi:

وَاِنّك لعلى خلق عظيم ( القلم : 4 )

Artinya :

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur”. ( QS: Al Qalaam 68:4 )

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. (HR. Al Baihaqi)

Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Sesungguhnya Allah mengutusku dengan tugas membina kesempurnaan akhlak dan kebaikan pekerjaan”. (HR. Al Thabrani)

Abdullah bin Amr, berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bukan seorang yang keji dan bukan pula bersikap keji. Beliau bersabda, “Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya”.(HR. Bukhori)

Berdasarkan ayat dan hadits–hadits di atas menunjukkan dengan tegas bahwa tujuan utama pendidikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah  memperbaiki akhlak manusia. Beliau melaksanakan tujuan tersebut dengan cara menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiasa menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan secara tegas, beliau menyatakan bahwa kualitas iman seseorang itu dapat diukur dengan akhlak yang ditampilkannya. Itu berarti bahwa semakin bagus kualitas iman seseorang akan semakin baik pula akhlaknya. Dengan kata lain,  akhlak seseorang yang jelek merupakan pertanda bahwa imannya tidak bagus ibarat teko akan mengeluarkan apapun isinya, jika isinya kopi maka akan keluar kopi, jika isinya teh maka akan keluar teh begitupun jika tidak ada isinya maka ia tidak akan mengeluarkan apa–apa alias kosong.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah perwujudan riil “Al Qur’an yang berjalan”. Diriwayatkan oleh Muslim, bahwa ketika Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam maka beliau menjawab, “Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.” Untuk itulah, Rasulullah diperintahkan untuk membentuk Al Qur’an, Al Qur’an berjalan atau manusia-manusia rabbani, yaitu manusia-manusia yang memiliki akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai rabbaniyyah (Ketuhan-an).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah memperlihatkan akhlak yang mulia sepanjang hidupnya. Muhammad Athiyah Al Abrasyi mengemukakan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah  yang paling baik tingkah lakunya, pemuda yang paling bersih, manusia yang paling zuhud dalam hidupnya, hakim yang paling adil dalam memutuskan perkara, prajurit yang paling berani dalam membela kebenaran, ikutan yang terbaik bagi orang-orang saleh dan para pendidik. Pribadi beliau merupakan presentasi akhlak yang sesuai dengan Al Qur’an.

Bila tujuan utama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah  menyempurnakan kemuliaan akhlak, maka proses pendidikan  seyogyanya diarahkan menuju terbentuknya pribadi dan umat yang berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan penegasan Allah Subhanahu Wata’ala bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah teladan utama bagi umat manusia

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS:Al Ahzab 33: 21 yang berbunyi:

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجواالله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا (الاحزاب : 21 )

Artinya :

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan banyak mengingat Allah”. ( QS: Al Ahzab: 33:21)

Untuk mencapai hal itu, akhlak mulia harus ditegaskan dalam formulasi tujuan pendidikan.

Islam sebagai agama yang seimbang, mengajarkan bahwa setiap usaha yang dilakukan manusia  tidak hanya melibatkan peran manusia semata, melainkan juga melibatkan peran Allah Subhanahu Wata’ala. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menggambarkan proses pendidikan seperti sebuah kegiatan bertani. Jika seorang petani ingin mendapatkan hasil pertanian yang baik, maka ia harus menyiapkan lahan yang subur dan gembur, udara dan cuaca yang tepat, air dan pupuk yang cukup, bibit yang unggul, cara menanam yang benar, pemeliharaan dan perawatan tanaman yang benar dan intensif, waktu dan masa tanam yang tepat dan cukup. Namun meski berbagai usaha tersebut telah dilakukan, tetapi belum dapat menjamin seratus persen bahwa hasil pertanian tersebut akan berhasil dengan baik.

Tanah yang subur dan gembur serta bibit yang unggul dapat digambarkan seperti bakat dan potensi peserta didik yang bersifat internal. Adapun cara menanam yang benar, pemeliharaan dan perawatan yang tepat dan intensif dan pemberian pupuk yang cukup dapat digambarkan seperti usaha dan program pendidikan yang dilakukan oleh sekolah dan guru. Adapun keberhasilan pertanian menggambarkan peranan Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan demikian, maka pendidikan Islam semestinya memusatkan pada perpaduan antara kehendak Allah Subhanahu Wata’ala dan usaha manusia.

Pendidikan Islam seharusnya bertujuan mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam kepribadian manusia  secara total melalui pelatihan spiritual, kecerdasan, rasio, perasaan, dan panca indera. Oleh karena itu, pendidikan Islam seharusnya pelayanan bagi pertumbuhan bagi manusia  dalam segala aspeknya yang meliputi aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, linguistik, dll. baik secara individu, maupun secara kolektif dan memotivasi semua aspek tersebut kepada kebaikan dan pencapaian kesempurnaan. Tujuan akhir pendidikan bertumpu pada terealisasinya ketundukan kepada Allah baik dalam level individu, komunitas, dan manusia secara luas. Amin Yaa Robbal’alamin.

 

 

 

NILAI – NILAI YANG DICAPAI

 

  • Aqidah yang Lurus ( Saliimul Aqidah )
  • Ibadah yang Benar ( Shohihul Ibadah )
  • Akhlaq yang Mulia ( Matiinul Khuluq )
  • Berbadan Sehat ( Qowiyyul Jism )
  • Berwawasan Luas ( Mutsaqoful Fiqr )
  • Mandiri ( Qoodirun ‘ala Kasbi )
  • Bersungguh – sungguh ( Mujaahidun Linafsih )
  • Manajemen Waktu ( Hariitsun ‘ala Waktihi )
  • Manajemen Belajar ( Munajimun Lisuunihi )
  • Bermanfaat untuk orang lain ( Naafi’un Lighoirihi )

 

Dari 10 Nilai–nilai yang hendak dicapai minimal setiap individu peserta didik memiliki 3 Nilai yang didapatkan.

 

Adapun layanan pendidikan yang tersedia adalah sebagai  berikut:

 

  1. Konsultasi Pendidikan
  2. Kegiatan KB (Kelompok Bermain)
  3. Kegiatan Belajar Mengajar Tingkat TK
  4. Kegiatan Belajar Mengajar Tingkat SD
  5. Kegiatan Belajar Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus ( Inklusi )
  6. Azzahra Boarding School untuk kelas 4 – 6 Tingkat SD
  7. Talents Mapping Point Kab. Bogor
  8. Home Schooling
  9. Bimbingan Belajar Membaca Al Qur’an metode Al Muyassar

 

 

:: PROGRAM UNGGULAN:

 

  1. Kurikulum 13- Aktif learning
  2. Integrated curiculum
  3. Tahsin dan Tahfidzul Qur’an dengan Metode Al Muyassar
  4. Billingual
  5. Life skill ( Kecakapan Hidup )
  6. Character Building
  7. Inklusi

 

:: FASILITAS::

 

  • Indoor dan Outdoor
  • Masjid
  • Lapangan Olahraga dan Upacara
  • Tempat bermain
  • Ruang Kelas Full AC
  • Ruang UKS
  • Ruang Aula
  • Mini Library
  • Laboratorium Komputer
  • Audio visual
  • Catering & kantin
  • Asuransi jiwa
  • Antar Jemput Siswa
  • Smart School ( Learning Manajemen System, TIK dan Website )
  • Green House

 

 

Pada tanggal 12 November 2007 telah dilaksanakan peletakan batu pertama dan pembangunan gedung II SIT AZZAHRA yang berlokasi di JL. Karanggan Desa Puspasari Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

 

 

 

 

 

:: KEGIATAN UNGGULAN::

 

  1. Open House
  2. PHBN / PHBI
  3. Wisuda Tahfizh
  4. Kemah Anak Sholih
  5. Pemeriksaan Kesehatan (Gigi dan Gizi)
  6. Kunjungan Edukatif
  7. Ramadira (Ramadhan di Azzahra)
  8. Puncak Tema
  9. Fun Cooking
  10. Renang
  11. Kegiatan Sosial
  12. Outbond – Family Day
  13. Ibadah Harian
  14. Akhirussanah
  15. Seminar dan pelatihan
  16. Pramuka

 

::EKSTRA KURIKULER ::

 

  1. Latihan Keterampilan Baris Berbaris ( LKBB )
  2. Archery ( Memanah )
  3. Calistung (Baca, Tulis, Berhitung)
  4. Karate
  5. English Club
  6. Math Club
  7. Menari
  8. Futsal
  9. Robotik